dapur dan pantry

Dapur dan Pantry: Fungsi, Konsep serta Budaya Sosial Masyarakat

Guna menciptakan sebuah hunian yang nyaman, masalah dekorasi rumah tentu saja harus diperhatikan. Secara umum, detail dekorasi rumah akan sangat berpengaruh pada kenyamanan yang terbangun di dalam rumah yang akan membuat anda dan penghuni lain menjadi nyaman untuk beraktivitas.

Konsultasi & Pemesanan Dapur 0813-33921990

Pembahasan mengenai dekorasi rumah akan mencakup banyak hal, terutama masalah dapur. Dapur merupakan bagian rumah yang sangat penting seiring fungsinya yang juga sangat penting sebagai area memasak serta menyiapkan makanan. Namun, seiring dengan perkembangan yang terjadi, fungsi dapur kini juga berubah dan dapur hadir dengan konsep yang berwarna dengan nilai estetika yang tinggi.

desain dapur

Selain itu, pembahasan mengenai dapur tidak terbatas hanya pada konsep maupun ide dekorasi semata. Hal ini dikarenakan ada hubungan sosial masyarakat yang mengiringi perkembangan fungsi dapur serta kemunculan konsep pantry. Berikut kita akan membahas beberapa hal mengenai dapur dan pantry meliputi fungsi, konsep serta hubungan sosial masyarakat.

Fungsi, Konsep serta Hubungan Sosial Masyarakat Dapur dan Pantry

Wacana Dapur dan Pantry

Perlu dipahami bahwa kebutuhan serta prioritas setiap orang mengenai konsep ruang untuk memasak memang berbeda. Hal ini menjadi dasar munculnya ragam konsep yang berbeda mengenai dapur dan pantry. Untuk mengetahui perbedaan antara dapur dan pantry, tentu kita harus membahasnya satu per satu dengan mendalam.

Di Indonesia, term dapur memang lebih familiar. Dapur dipahami sebagai tempat untuk memasak yang biasanya dilengkapi dengan tempat untuk menyajikan makanan. Di negara barat, konsep dapur hampir sama. Hanya saja, di barat, properti yang digunakan cenderung lebih modern, seperti oven, microwave, dishwasher, dan lainnya. Sementara di Indonesia, konsep dapur cenderung lebih sederhana.

Meskipun secara konsep dapur di Indonesia lebih sederhana, dalam perkembangannya, ide dan konsep dekorasi dapur juga mulai berubah dan berbeda. Kini, dapur tidak hanya berisi properti masak tetapi juga properti lain yang menjadikan dapur tampak lebih menarik dan bisa digunakan untuk tempat berkumpul bersama keluarga.

Perubahan konsep dapur di era modern memunculkan term baru di barat, yakni pantry. Istilah ini muncul pertama kali di Eropa dan juga di Amerika. Sementara di Indonesia, pantry dikenal dengan sebutan dapur bersih yang lebih modern, baik secara konsep penataan maupun properti yang digunakan.

Konsep pantry mulai muncul mulai pertengahan abad 19 atau pada masa industrialisasi. Pada masa ini, muncul perkembangan properti dapur yang lebih modern, seperti kompor gas yang membuat waktu memasak menjadi lebih efisien. Selain itu, perubahan juga terjadi mengenai letak dapur. Pada masa sebelumnya, terdapat paradigma bahwa dapur harus berada di bagian belakang rumah dan tabu jika di tempatkan di posisi lainnya.

Dapur dan Kondisi Sosial Masyarakat

pawon

Pembahasan mengenai dapur-pantry di Indonesia tergolong menarik karena tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Dalam hal ini, terdapat paradigma zaman dahulu bahwa dapur (atau pawon dalam bahasa Jawa) dianggap sebagai ‘area belakang’ yang khusus untuk wanita. Paradigma ini menjadikan wanita Indonesia zaman dahulu merasa terkekang dan mengalami merasa terbatasi.

pawon

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pemikiran yang lebih modern, paradigma ‘kuno’ mengenai dapur di Indonesia cenderung lebih memudar. Kini, wanita sudah lebih bebas dan tidak terkungkung hanya di dapur saja. Selain itu, dapur juga menjadi tempat yang ‘biasa saja’ baik bagi laki-laki maupun anak-anak, sehingga sebutan wanita harus di dapur cenderung tidak lagi relevan.

Selain dari akar historis mengenai paradigma dapur dalam masyarakat Jawa, pada umumnya, baik konsep dapur maupun pantry tidak bisa dilepaskan dari budaya yang berkembang di wilayah yang berbeda. Tentu kita tahu bahwa orang Indonesia memiliki kebiasaan memasak yang berbeda dengan orang barat sehingga detail dapur yang digunakan pun cenderung berbeda.

Orang Indonesia cenderung memasak dengan menggunakan bahan (terutama bumbu) yang lengkap. Hal ini membuat konsep dapur di Indonesia membutuhkan tempat penyimpanan bahan makanan yang lebih banyak. Sementara di barat, orang-orang cenderung memasak dengan cara yang simple sehingga baik properti dan penataan ruang tergolong lebih sederhana dengan menyisakan cukup banyak ruang yang kosong.

Beberapa Tipe Dasar Dekorasi Dapur dan Pantry

Dari beberapa penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa sejatinya, dapur tidak hanya termasuk salah satu bagian rumah yang penting. Banyak hal lain yang perlu untuk diketahui mengenai konsep dapur-pantry, seperti hubungan sosial masyarakat serta budaya yang berkembang. Namun, jika ditelusuri, konsep dapur dan pantry cukup beragam. Berikut ada beberapa tipe dasar dekorasi dapur dan pantry yang bisa anda terapkan di rumah anda.

  • Tipe Single Line

desain dapur tipe single line

Membahas tentang tipe dasar dari dapur dan pantry, tipe single line merupakan salah satu tipe konsep yang cukup banyak diterapkan. Ide ini adalah solusi dari masalah ruang yang kerap kali muncul dalam penataan dekorasi dapur maupun pantry.

Konsep single line sangat cocok digunakan pada dapur dan pantry yang memiliki keterbatasan ruangan. Pada layout tipe single line, zona aktivitas berada pada salah satu garis linier pada dinding ruang. Tidak hanya itu, hampir semua peralatan memasak ditata sedemikian rupa pada satu garis tersebut. Untuk ruang penyimpanan, biasanya ditempatkan pada bagian atas dan bawah agar space tetap mencukupi.

  • Tipe Koridor

desain dapur tipe koridor

Tipe kedua adalah koridor. Tipe ini merupakan ide yang paling efisien dalam penataan dapur dan juga pantry. Pada tipe ini, layout ditata pada dua area dapur yang saling berhadapan. Konsep ini cukup membantu bagi mereka yang membutuhkan dapur untuk menyimpan banyak peralatan. Biasanya, pantry dibuat dengan konsep ini.

  • Tipe L

desain dapur tipe L

Salah satu tipe favorite dalam penataan dapur dan pantry adalah tipe L. Seperti namanya, konsep ini akan menata peralatan dapur sesuai dengan huruf L yang berbentuk siku. Tipe ini akan memudahkan penghuni untuk melakukan aktivitas di dapur dengan lebih baik karena ada space yang lebih luas.

Tidak hanya itu, tipe L juga akan membuat dapur dan juga pantry terlihat lebih rapi karena adanya ruang penataan yang lebih lebar. Tipe ini dapat diaplikasikan pada dapur yang berukuran mini maupun berukuran lebar. Biasanya, dalam penataannya, salah satu space digunakan khusus untuk menyimpan bahan sedangkan space lain untuk alat memasak.

  • Tipe U

desain dapur tipe U

Tipe lain yang juga diterapkan dalam penataan dapur serta pantry adalah tipe U. Berbeda dengan tipe L yang memiliki dua space berbeda, tipe U memiliki tiga space sehingga ruang penataan akan lebih luas. Konsep ini akan memberikan keleluasaan yang lebih serta area penyimpanan yang tergolong sangat luas.

Konsep U cukup jarang ditemukan di konsep dapur Indonesia, terutama untuk masyarakat umum. Konsep ini biasanya ditemukan di rumah-rumah modern atau penataan dapur di negara barat yang biasanya memadukan pantry dengan konsep bar.

  • Tipe Island

desain dapur tipe island

Tipe terakhir yang bisa diterapkan adalah tipe island. Ini merupakan tipe penataan dapur-pantry yang unik dan modern. Tipe ini sering juga disebut sebagai tipe penataan moveable, terutama pada area saji yang dapat dengan mudah untuk dipindah sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, pada area lain, penataan menggunakan konsep permanen, terutama untuk bagian sink atau tempat memasak.

Beragamnya aktivitas yang dilakukan baik di dapur maupun di pantry tentu membutuhkan banyak peralatan tertentu yang harus disiapkan. Dari beberapa penjelasan di atas, terdapat beberapa konsep dasar yang bisa diterapkan untuk memiliki dapur dan pantry yang istimewa. Namun, dalam penerapannya, penataan dapur dan pantry tetap harus disesuaikan pada kebutuhan dan juga nilai budaya yang ada di masyarakat setempat.